Parlementaria

Infrastruktur Desa Lanjan Masih Tertinggal, Aspirasi Warga Disuarakan dalam Reses Ono Surono

×

Infrastruktur Desa Lanjan Masih Tertinggal, Aspirasi Warga Disuarakan dalam Reses Ono Surono

Sebarkan artikel ini
Ono Surono Saat Melakukan Reses II Tahun Sidang 2025/2026

INDRAMAYU | REALITAJAAR – Persoalan infrastruktur di Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, kembali mencuat. Mulai dari jalan desa, saluran irigasi, hingga dampak pelebaran jalan nasional yang belum tuntas, menjadi keluhan utama masyarakat dalam kegiatan Reses II Tahun Sidang 2025/2026 Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan XII, Ono Surono, pekan lalu.

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi infrastruktur yang dinilai belum memadai. Padahal, secara geografis Desa Lanjan berada tidak jauh dari jalur utama Pantura yang dikenal sebagai kawasan strategis dengan potensi pertanian, khususnya pesawahan.

Ono Surono mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri. Menurutnya, meskipun berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi, infrastruktur jalan desa masih memerlukan perhatian serius.

“Desa Lanjan ini dekat dengan pusat kota, namun kondisi jalannya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Indramayu, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah untuk lebih optimal dalam pembangunan wilayah, terutama di sektor pedesaan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah belum optimalnya pengelolaan jalan desa, yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga sehari-hari. Selain itu, masalah saluran irigasi juga menjadi perhatian penting, terutama di musim penghujan.

Akibat sistem irigasi yang belum tertata dengan baik, sejumlah wilayah justru mengalami banjir yang mengancam lahan pertanian warga. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen bagi para petani.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait saluran RIM yang belum selesai, agar dapat segera dicarikan solusi dan tidak merugikan masyarakat,” kata Ono.

Tak hanya itu, persoalan lama terkait ganti rugi pelebaran jalan nasional sejak tahun 2007 juga hingga kini belum terselesaikan. Masalah tersebut dinilai memperpanjang beban masyarakat yang terdampak.

Ono memastikan pihaknya akan terus memperjuangkan penyelesaian berbagai persoalan tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Ganti rugi pelebaran jalan nasional di wilayah Kecamatan Lohbener ini belum tuntas. Ini akan menjadi perhatian kami untuk diperjuangkan agar ada solusi terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.