KAB. BANDUNG | REALITAJABAR – Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idulfitri 1446 H, Pokdarwis Sancanaga, dengan dukungan dari Paguyuban Tereh Garut, menggelar acara tradisi “Ngagogo Lauk” (menangkap ikan dengan tangan kosong) pada Sabtu (29/03/2025). Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kampung Ciheulangtonggoh sejak zaman dahulu.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Kompepar Jawa Barat Raden H. Budi Aji (Tumenggung Keraton Sumedang Larang), yang juga merupakan pembina Pokdarwis Sancanaga, serta perwakilan Kompepar Kabupaten Bandung, Nia dan Kang Iming. Turut hadir Babinsa Desa Ciheulang, Sertu Bambang, Ketua Paguyuban Tereh Garut Atep Budiman, Ketua RW 17 Serka Poni, Ketua RW 18 Amang Suhendar, tokoh masyarakat setempat, pengurus Pokdarwis Sancanaga, serta tamu undangan lainnya.
Usai acara, Ketua Pokdarwis Sancanaga Ciheulangtonggoh, Sutarjat atau yang akrab disapa Bang Joy, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillah, di bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1446 H ini, kami bisa kembali menggelar acara budaya ‘Ngagogo Lauk’ yang sudah menjadi tradisi turun-temurun di Kampung Ciheulangtonggoh. Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan bentuk pembinaan mental dan karakter, serta upaya melestarikan budaya bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Sutarjat, tradisi ini merupakan warisan berharga dari leluhur Sunda yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan dan manfaat bagi masyarakat. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian adat dan budaya di Kampung Ciheulangtonggoh.
“Agama Islam dan ajaran Nahdlatul Ulama menjadi cahaya dalam kehidupan kami. Asah, asih, asuh adalah prinsip utama dalam menjaga kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya. Kami berharap Bapak Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung dapat berkunjung serta memberikan dukungan terhadap pelestarian adat Kampung Budaya Ciheulangtonggoh,” tuturnya dalam Bahasa Sunda.
Ketua Paguyuban Tereh Garut, Atep Budiman, juga menyampaikan apresiasi kepada Pokdarwis Sancanaga dan warga Ciheulangtonggoh atas upaya mereka dalam mempertahankan tradisi ini.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi masyarakat yang terus melestarikan budaya leluhur. Semoga tradisi ini tetap terjaga dan menjadi kebanggaan bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Kompepar Jawa Barat, Raden H. Budi Aji, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan sebuah prestasi luar biasa karena berhasil menjaga eksistensi seni dan budaya di tengah masyarakat. Saya, selaku Ketua Komite Penggerak Pariwisata Jawa Barat sekaligus perwakilan dari Keraton Sumedang Larang, menghaturkan terima kasih kepada seluruh tim Pokdarwis Sancanaga yang telah mengimplementasikan dan melestarikan budaya ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa budaya adalah salah satu pilar penting dalam suatu bangsa.
“Keberlangsungan suatu negara sangat bergantung pada ajen dan inajen, yakni nilai-nilai budaya yang menjadi identitas serta kebanggaan masyarakatnya. Oleh karena itu, mari kita terus mempertahankan dan melestarikan budaya kita,” pungkasnya. (ud)













