Pemerintahan

Bersama Pulihkan Alam : Kolaborasi BPDAS, Polda Jabar, dan Kementan Tanam Pohon di Sumedang

×

Bersama Pulihkan Alam : Kolaborasi BPDAS, Polda Jabar, dan Kementan Tanam Pohon di Sumedang

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG | REALITAJABAR – Upaya pelestarian lingkungan kini semakin diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dan Kementerian Pertanian dalam program penanaman pohon di kawasan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) periode 2024–2026.

Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDPK), tepatnya di area yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kebon Cau, Kabupaten Sumedang. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memulihkan lahan kritis, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan air serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, menjelaskan bahwa penanaman dilakukan dengan pendekatan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologis dan ekonomi. Tanaman yang ditanam terdiri dari jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti mangga, petai, kelengkeng, rambutan, dan jambu kristal. Selain itu, ditanam pula tanaman pangan berupa jagung hibrida sebagai bentuk diversifikasi dan penguatan sumber penghidupan masyarakat sekitar hutan.

“Program ini tidak hanya bertujuan merehabilitasi lahan, tetapi juga menjadi wadah kolaboratif untuk mendorong ketahanan pangan nasional dan perlindungan lingkungan. Keterlibatan aparat kepolisian, pemerintah pusat, serta masyarakat lokal menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas sektor,” ujar Umar.

Lebih lanjut, Umar berharap semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ini dapat menular ke berbagai wilayah lain, sebagai bagian dari gerakan kolektif menjaga sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk menjawab tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, serta keterbatasan akses pangan dan air bersih, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan terhadap bencana. (rd/dbs)