Daerah

81 Pohon Buah Ditanam di Cianjur, Dorong Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Warga

×

81 Pohon Buah Ditanam di Cianjur, Dorong Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

CIANJUR | REALITAJABAR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Hal itu diwujudkan melalui aksi penanaman 81 pohon buah produktif di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, pada 12 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung sebagai bagian dari Gerakan Nasional 8 Aksi Kehutanan untuk Satu Indonesia.

Aksi penghijauan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Cianjur, Pemerintah Desa Sukadana, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sugih Mukti, SDN Sukadana, organisasi masyarakat (ormas), serta masyarakat setempat.

Kepala BPDAS Citarum-Ciliwung Heru Permana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang selama ini dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat.

“Dalam rangka perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, khususnya di lokasi ini, kami menanam sebanyak 81 bibit pohon buah produktif,” ujar Heru.

Sebanyak 81 pohon yang ditanam terdiri atas jenis mangga, alpukat, dan nangka. Selain memberikan manfaat ekologis, tanaman buah produktif tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat ketika mulai menghasilkan.

Heru menyebutkan, program RHL di Desa Sukadana sebelumnya telah menghasilkan penanaman sebanyak 3.821 batang pohon.

Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya ditentukan dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga keberlanjutan pemeliharaan setelah kegiatan penanaman dilakukan.

Karena itu, keterlibatan kelompok tani dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Penanaman pohon juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, antara lain meningkatkan daya serap air, mengurangi risiko erosi tanah, membantu mengantisipasi potensi banjir, serta mendukung upaya mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim.

Di sisi lain, pohon buah produktif memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui hasil panen yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Heru menegaskan, gerakan penghijauan membutuhkan sinergi antara pemerintah, kelompok tani dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan penanaman tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan terhadap tanaman.

“Menanam pohon bukan hanya tentang menghijaukan lahan hari ini, tetapi juga menyiapkan manfaat bagi generasi yang akan datang,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, BPDAS Citarum-Ciliwung berharap semangat 8 Aksi Kehutanan untuk Satu Indonesia dapat terus berkembang dan mendorong semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Penanaman 81 pohon di Desa Sukadana menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang lebih hijau sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat setempat. (Dit*)