BOGOR | REALITAJABAR – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Pusat meneguhkan komitmennya untuk mempertajam dan memperkuat ideologi kebangsaan di Tanah Air, yang dinilai masih memerlukan penegasan dan penguatan di berbagai lini, termasuk dunia pers.
“FWK akan terus mengkampanyekan ideologi kebangsaan di kalangan wartawan agar media memiliki pijakan ideologis yang kuat,” ujar Pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun, dalam Rapat Pra-Rakernas FWK di Jalan Bukit Nirwana Raya 80, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025).
Hendry menegaskan bahwa langkah FWK selaras dengan visinya, yakni aktif menjaga kedaulatan bangsa dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Independen, namun tetap berwawasan kebangsaan,” tambahnya.
Sebagai mantan wartawan senior Harian Kompas yang lama berkecimpung di bidang olahraga, Hendry mengaku paham betul bagaimana nasionalisme para jurnalis kerap diuji saat meliput pertandingan yang mempertemukan tim nasional Indonesia dengan tim negara lain.
“Kami sering bertemu wartawan asing saat meliput tim nasional mereka di stadion. Di situ rasa kebangsaan kami sebagai wartawan Indonesia benar-benar diuji,” ujar mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tersebut.
Rapat tersebut dipimpin Koordinator Nasional FWK, Raja Parlindungan Pane, serta dimoderatori oleh Ketua Panitia Pra-Rakernas FWK, Dr. Budi Nugraha.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah wartawan senior, antara lain Yesayas Oktavianus (mantan wartawan olahraga Harian Kompas), Untung Kurniadi, AR Loebis, Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Mohammad Nasir, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Edi Kuswanto, Abdulillah Pahresi, Berman Nainggolan L. Radja, Herry Sinamarata, dan Rudy Sitompul.
Dalam kesempatan itu, Untung Kurniadi mengusulkan agar FWK tidak hanya menyelenggarakan diskusi bertema kebangsaan, tetapi juga memperkuat konten melalui format digital seperti podcast.
“Yang diwawancarai bisa tokoh dari luar maupun dari internal FWK. Para wartawan senior yang memiliki keahlian khusus juga layak untuk tampil sebagai narasumber,” ujarnya.
Hendry menambahkan bahwa FWK selalu berbicara berdasarkan data dan fakta. Untuk itu, FWK membuka diri terhadap permintaan riset serta akan menggandeng lembaga-lembaga penelitian di perguruan tinggi ternama.
“Kami akan bekerja sama dengan kampus-kampus yang memiliki reputasi tinggi,” imbuh Raja Parlindungan Pane.
Sebagai langkah memperluas jejaring informasi, FWK berencana membentuk perwakilan di berbagai daerah agar topik-topik yang berkembang dalam diskusi FWK semakin komprehensif, mendalam, dan representatif. (*)













