Ragam

LAMD Luncurkan GSD, Awali Gerakan Sosial untuk Bantu Masyarakat

×

LAMD Luncurkan GSD, Awali Gerakan Sosial untuk Bantu Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) Listiadi Martin berfoto bersama usai rapat konsolidasi dan peluncuran Gerakan Seribu Danau (GSD) di Kantor Margo, Pedamaran I, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (21/6/2026). Foto: Istimewa.

PEDAMARAN | REALITAJABAR – Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) secara resmi meluncurkan Program Gerakan Seribu Danau (GSD) dalam rapat konsolidasi bersama para kepala bidang dan pemangku adat di Kantor Margo, Jalan Pangeran Raksaguna, Pedamaran I, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (21/6/2026).

Peluncuran GSD menjadi agenda utama dalam pertemuan yang dipimpin langsung Ketua LAMD, Listiadi Martin. Program tersebut diawali dengan pengumpulan dana secara langsung atau manual sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat Pedamaran yang membutuhkan.

“Kita memulai dari hal-hal kecil. Insya Allah, dari langkah kecil ini akan tumbuh menjadi gerakan besar yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Listiadi Martin.

Menurutnya, Gerakan Seribu Danau diharapkan menjadi wadah gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat, sehingga mampu meringankan berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Rapat konsolidasi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu turut dihadiri Ketua Forum Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, serta Ketua Keluarga Urang Diri Pedamaran (KUD-P), Ida Utami.

Selain meluncurkan GSD, rapat juga bertujuan memperkuat koordinasi internal organisasi sekaligus menyatukan persepsi dalam menjalankan program kerja LAMD ke depan. Sejumlah agenda strategis turut dibahas, mulai dari rencana pengukuhan pengurus LAMD, persiapan acara resepsi, hingga berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Dalam arahannya, Listiadi Martin menekankan pentingnya soliditas dan sinergi antara para pemangku adat dengan seluruh kepala bidang guna memperkuat fungsi lembaga adat dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Di tempat yang sama, LAMD menerima kunjungan Forum Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program prioritas, termasuk upaya penyelesaian sengketa lahan masyarakat dengan pihak perusahaan.

Peserta rapat juga mengusulkan penyusunan dan penerbitan literatur tentang sejarah dan budaya sebagai bahan pustaka LAMD. Selain itu, dibahas pula pentingnya penyusunan pedoman baku adat melamar dan perkawinan Marga Danau serta perlunya pembinaan terhadap berbagai perilaku masyarakat yang dinilai bertentangan dengan norma adat, etika, dan agama.

Melalui peluncuran Gerakan Seribu Danau dan hasil rapat konsolidasi tersebut, LAMD berharap dapat menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat perannya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. (red/)