Peristiwa

“Tragedi Longsor Bogor” Warga Berduka, Upaya Pemulihan Terus Berjalan

×

“Tragedi Longsor Bogor” Warga Berduka, Upaya Pemulihan Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini
Polwan Lakukan Pendampingan Trauma Healing Terhadap Korban Musibah Bencana Alam Di Cisarua Kabupaten Bogor. (dok/hms)

BOGOR | REALITAJABAR – Bencana tanah longsor yang melanda warga Cisarua, Kabupaten Bogor, meninggalkan duka mendalam. Musibah ini menelan satu korban jiwa serta menghancurkan berbagai barang berharga milik warga, menciptakan trauma bagi mereka yang mengalami dan menyaksikan kejadian tersebut.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 2 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan tanah longsor di beberapa wilayah, merusak infrastruktur seperti jembatan, serta mengakibatkan banjir bandang. Satu orang dilaporkan hanyut dalam peristiwa ini dan jasadnya baru berhasil ditemukan setelah pencarian intensif oleh tim gabungan dari BPBD, Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta berbagai pihak terkait, dibantu oleh masyarakat setempat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., menyampaikan bahwa guna memulihkan kondisi psikologis warga terdampak, pihaknya telah menginstruksikan jajaran Polwan Polres Bogor untuk melakukan pendampingan psikologis melalui program Trauma Healing. Upaya ini ditujukan kepada para korban, khususnya mereka yang kini tinggal di pengungsian. Selain itu, posko bantuan bersama juga telah didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor guna mempercepat proses pemulihan.

Polwan yang bertugas di lokasi bencana tidak hanya memberikan dukungan emosional kepada anak-anak dan orang tua, tetapi juga berupaya menghibur mereka agar tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini. Anak-anak yang sebelumnya terlihat cemas dan ketakutan kini mulai tersenyum kembali berkat interaksi yang hangat dan penuh kepedulian. Selain pendampingan psikologis, warga juga menerima bantuan kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan untuk memastikan kondisi mereka tetap terjaga.

Meskipun bayangan bencana masih menyelimuti warga, upaya pemulihan terus dilakukan dengan harapan mereka dapat segera bangkit dari keterpurukan. Semua pihak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. (arison/hms)