BANTEN | REALITAJABAR – Memasuki hari kedua Middle Planning Conference (MPC) untuk Exercise Trident Resolve, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) bersama delegasi negara-negara anggota ADMM-Plus bergerak cepat dari tahap konseptual menuju perencanaan teknis di lapangan. Agenda utama pada Rabu (28/1/2026) difokuskan pada peninjauan lokasi (site survey) serta pembahasan komitmen aset medis dalam menghadapi skenario penanggulangan bencana.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubdit Dukkes Ditjen Kuathan Kemhan, Kolonel Laut (K) dr. Suswardana, yang mewakili Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan selaku Ketua Bersama (Co-Chair) Indonesia. Ia didampingi mitra dari Amerika Serikat, Lieutenant Colonel Philip Durando. Sebanyak 18 negara peserta turut meninjau langsung lokasi latihan di Provinsi Banten, yang akan menjadi pusat simulasi operasi gabungan pada September 2026.
Survei lapangan ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kelayakan lokasi dalam mendukung integrasi tiga area latihan utama, yakni Kedokteran Militer, Penanggulangan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR), serta Keamanan Siber.
“Tujuan kami berkumpul hari ini sangat jelas, yaitu bergerak dari konsep menuju perencanaan yang konkret. Kesiapan lokasi menjadi kunci agar skenario respons bencana dapat berjalan secara realistis dan efektif,” ujar Kolonel Suswardana di hadapan para delegasi.
Selain aspek operasional militer, konferensi hari kedua juga mematangkan rencana bakti kesehatan melalui program Project-based Community Medical Development (PCMD) dan Medical Aid Provision (MAP). Negara-negara peserta mulai mendiskusikan Asset Commitment, yakni pengerahan peralatan medis berteknologi tinggi serta tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya digunakan dalam latihan, tetapi juga untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat di wilayah Banten.
Mengusung semangat “One ASEAN, One Response”, pertemuan ini semakin menegaskan peran Indonesia dalam memimpin diplomasi pertahanan di kawasan. Melalui perencanaan teknis yang matang dan kolaboratif, Kemhan RI optimistis Exercise Trident Resolve akan meningkatkan interoperabilitas sekaligus kesiapsiagaan kolektif negara-negara peserta dalam menghadapi ancaman bencana alam berskala besar di masa mendatang. (rls/hms)













