SURAKARTA | REALITAJABAR – RS Kardiologi Emirates-Indonesia resmi ditetapkan sebagai pusat unggulan penanganan penyakit jantung dengan dukungan teknologi medis berstandar internasional. Selain penguatan fasilitas, peningkatan kapasitas tenaga medis melalui sistem pengampuan menjadi fokus utama untuk menjamin mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan agar rumah sakit tersebut mengoptimalkan pemanfaatan perangkat medis canggih yang telah tersedia guna mendukung layanan dan tindakan medis tingkat lanjut.
“Kompleks tetapi tradisional? Tidak. Saya ingin ditingkatkan menjadi kompleks tetapi canggih (complex but advanced), karena perangkatnya sudah sangat baik,” tegas Menkes Budi Gunadi.
Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjalankan program pendampingan jangka menengah untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia.
“Kami dari RSUP Dr. Sardjito melaksanakan pengampuan selama lima tahun. Targetnya memastikan kesiapan SDM sehingga proses transfer of knowledge dapat berjalan optimal dalam pelayanan jantung,” ujar Eniarti.
Dukungan terhadap keberlanjutan operasional rumah sakit juga disampaikan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Y.M. Abdulla Salem AlDhaheri. Menurutnya, UEA berkomitmen mendukung penguatan layanan kesehatan di Indonesia.
“UEA senantiasa siap memberikan dukungan kepada bangsa sahabat kami, Republik Indonesia,” tuturnya.
Saat ini, Pemerintah UEA juga tengah mengkaji dukungan tambahan berupa pasokan kebutuhan medis guna memastikan operasional RS Kardiologi Emirates-Indonesia berjalan profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menegaskan keberadaan rumah sakit ini sangat penting dalam mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan jantung di wilayahnya.
“Penanganan serangan jantung membutuhkan respons cepat dalam kurun waktu dua hingga enam jam. Karena itu, kehadiran rumah sakit ini sangat krusial,” tegas Respati.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kota Surakarta, serta dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab, RS Kardiologi Emirates-Indonesia diharapkan mampu memangkas rantai rujukan layanan jantung yang selama ini relatif panjang.
Fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi model transformasi layanan rujukan kardiovaskular di daerah, dengan standar mutu pelayanan yang setara internasional. (rls/hms)













