BANDUNG | REALITAJABAR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.M. Hasbullah Rahmad mendorong pemerintah memperkuat kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Hasbullah Rahmad bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional 2026. Legislator dari daerah pemilihan Kota Depok-Kota Bekasi itu menilai UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Namun, tantangan hari ini kian kompleks, mulai dari penetrasi pasar digital yang masif hingga akses pembiayaan yang masih belum ramah. Kebijakan pemerintah harus benar-benar hadir mendampingi mereka,” ujar Hasbullah di Bandung.
Menurut Hasbullah, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya memperluas akses permodalan yang inklusif, termasuk melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta kolaborasi dengan perbankan daerah dan lembaga keuangan syariah.
Ia menilai kemudahan pembiayaan penting bagi pelaku usaha mikro yang terkendala persyaratan agunan.
Selain permodalan, Hasbullah mendorong pendampingan digitalisasi UMKM dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, digitalisasi tidak cukup hanya dengan membantu pelaku usaha membuat akun marketplace.
Pelaku UMKM juga perlu mendapatkan pendampingan mengenai literasi keuangan digital, pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga pengembangan pasar secara berkelanjutan.
“Digitalisasi harus dibarengi peningkatan kapasitas pelaku usaha. Jangan hanya berhenti pada pembuatan akun marketplace, tetapi harus sampai pada bagaimana produk bisa dipasarkan dan bersaing,” katanya.
Hasbullah juga mendorong percepatan legalitas dan perlindungan produk UMKM. Pemerintah, kata dia, perlu mempermudah pelaku usaha memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Menurutnya, legalitas dan standardisasi produk menjadi bagian penting agar produk UMKM mampu memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Hasbullah mengapresiasi daya juang pelaku UMKM Jawa Barat yang terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya pada sektor kuliner, kriya, dan fesyen.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas UMKM untuk memperkuat ekosistem usaha.
Hasbullah juga mengajak masyarakat meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal dengan membiasakan membeli dan menggunakan produk UMKM dalam negeri.
“Ketika UMKM kita berdaya dan mandiri, secara otomatis kesejahteraan masyarakat luas akan terangkat,” pungkasnya. (dit/*)













