Daerah

BPDAS Citarum Ciliwung Pantau Dam Penahan dan Gully Plug di Kawasan Hulu Cianjur

×

BPDAS Citarum Ciliwung Pantau Dam Penahan dan Gully Plug di Kawasan Hulu Cianjur

Sebarkan artikel ini

CIANJUR | REALITAJABAR – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Cianjur melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Penilaian Immediate Outcome terhadap Bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA), Kamis (20/8).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Kelompok Tani Hutan (KTH) Remaja Tani, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Peninjauan difokuskan pada sejumlah infrastruktur ekologis yang dibangun untuk mendukung upaya konservasi tanah dan air, di antaranya Dam Penahan dan Gully Plug atau bangunan penahan jurang.

Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Heru Permana, mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat kondisi serta manfaat bangunan konservasi yang telah dibangun, sekaligus menilai dampaknya terhadap pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).

Menurutnya, keberadaan bangunan KTA memiliki peran penting dalam mengendalikan erosi dan aliran permukaan, khususnya di wilayah hulu yang memiliki karakteristik lahan dengan potensi terjadinya aliran permukaan dan sedimentasi.

Pembangunan infrastruktur konservasi tersebut juga diarahkan untuk memperlambat laju aliran air, sehingga material tanah yang terbawa air dapat dikurangi dan sebagian sedimen dapat diendapkan sebelum mencapai wilayah hilir.

Selain mengendalikan erosi dan sedimentasi, infrastruktur KTA diharapkan dapat membantu memulihkan sekaligus mempertahankan fungsi hidrologis DAS Citarum. Dengan demikian, pengelolaan kawasan hulu tidak hanya berdampak terhadap kondisi lingkungan setempat, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air di wilayah hilir.

Dalam pelaksanaannya, BPDAS Citarum Ciliwung bersama CDK Wilayah IV Cianjur turut melibatkan kelompok tani hutan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan hasil pembangunan konservasi.

Keterlibatan masyarakat lokal dinilai penting karena keberadaan bangunan konservasi membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Kelompok tani yang berada di sekitar lokasi memiliki peran strategis dalam menjaga kondisi lingkungan sekaligus memastikan fungsi bangunan KTA tetap berjalan.

Kolaborasi antara pemerintah, instansi kehutanan, dan kelompok tani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelestarian kawasan hulu DAS. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis kawasan, mengurangi risiko erosi dan sedimentasi, serta menjaga ketersediaan sumber daya air dari hulu hingga hilir.

Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan penilaian Immediate Outcome, BPDAS Citarum Ciliwung juga dapat memperoleh gambaran mengenai efektivitas pembangunan infrastruktur KTA serta menjadi bahan evaluasi untuk pengelolaan konservasi tanah dan air secara berkelanjutan. (dit/)