Daerah

BPDAS Cimanuk Citanduy Perkuat Konservasi Pesisir Lewat Hajat Bumi Pangandaran

×

BPDAS Cimanuk Citanduy Perkuat Konservasi Pesisir Lewat Hajat Bumi Pangandaran

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN | REALiTAJABAR – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy turut mendukung rangkaian kegiatan Hajat Bumi atau Sedekah Bumi 2026 yang digelar pada 25–26 September 2026 di Lapang Parkir Pantai Madasari, Sabroan, Kabupaten Pangandaran.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan 1.000 batang bibit tanaman yang terdiri atas 500 batang bibit tanaman produktif dan 500 batang bibit mangrove.

Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, S.Sos., M.Sc., mengatakan tradisi hajat bumi atau sedekah bumi bukan sekedar seremonial adat biasa, namun wujud konkret dari kearifan lokal yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas hasil bumi, sekaligus pengingat agar kita menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam ciptaan Nya. Oleh karena itu, dukungan bibit ini menjadi aksi nyata upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong peran serta masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan Sedekah Bumi yang dirangkaikan dengan penanaman mangrove dan pembagian bibit produktif ini merupakan bentuk sinergi yang luar biasa. Kita tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi kita juga “bersedekah” kembali kepada bumi dengan cara merawat dan merehabilitasi ekosistemnya.

Pemberian bibit tanaman produktif diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi penghijauan maupun pemanfaatan hasil tanaman dalam jangka panjang. Sementara bibit mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir, terutama kawasan yang berada di sekitar pantai dan muara.

Penanaman dan pemeliharaan vegetasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Keberadaan tanaman dapat membantu menjaga tutupan lahan, mengurangi potensi erosi, serta mendukung keberlangsungan ekosistem di wilayah daratan maupun pesisir.

Bagi BPDAS Cimanuk Citanduy, keterlibatan dalam kegiatan masyarakat seperti Hajat Bumi menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.

Umar berharap semangat menjaga lingkungan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberadaan bibit yang diberikan akan memberikan manfaat apabila dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Merawat bumi bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menanam harapan untuk generasi yang akan datang,” katanya.

Melalui dukungan tersebut, BPDAS Cimanuk Citanduy berharap kegiatan Hajat Bumi 2026 tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya dan kearifan lokal, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya dalam menjaga kawasan pesisir dan daerah aliran sungai di wilayah Cimanuk-Citanduy. (Dit/dbs)